Skip to content

Langkah-Langkah Menjadi Penerjemah

Cara memulai untuk menjadi penerjemah sudah sangat sering dibagikan di berbagai forum daring dan luring. Meskipun demikian, pertanyaan tentang hal tersebut masih kerap muncul juga.

Saya membuat bagan sederhana yang menyimpulkan langkah-langkah menjadi penerjemah ini untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Satu hal yang saya tekankan di sini adalah siapa pun yang berminat menjadi penerjemah profesional harus sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih dari cukup untuk terjun ke dalam industri penerjemahan dan mencari penghasilan di dalamnya. Tujuannya adalah agar kita dapat menonjol dan cepat dilirik di tengah lautan penerjemah saat ini, apalagi dalam pasangan bahasa Indonesia-Inggris dan sebaliknya.

Selama berada di dalam industri ini, kita harus tetap mengasah kemampuan, terus belajar dan membaca, tetap rendah hati, jujur, profesional (salah satunya dengan selalu memenuhi tenggat pekerjaan dengan tepat waktu), dan berintegritas.

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi salah satu pegangan/panduan singkat dan praktis bagi orang-orang yang berminat menjadi penerjemah profesional.

Langkah Menjadi Penerjemah

Video

Creative Marketing as a Freelance Translator

Cara pemasaran diri semakin beragam dan kreatif pada era internet seperti sekarang. Video yang pertama kali saya buat ini adalah alat pemasaran baru saya sebagai penerjemah lepas. Semoga efektif. 😇

How to do self-marketing becomes more diverse and creative in the current internet era. This first video I made is my new marketing tool as a freelance translator. Hopefully it will be effective. 😇

 

Sharing and Giving Feedback

Mendapatkan kesempatan berbagi dan memberi masukan adalah salah satu hal yang saya syukuri. Saya juga berkesempatan bertemu dengan Ibu Junaiyah H.M. dan Bapak Gufran Ali Ibrahim (Kepala Pusbanglin, Badan Bahasa). 18 Oktober 2018

To have a wonderful opportunity to share and give feedback is one of the blessings I am grateful for. I also had an opportunity to meet Ibu Junaiyah H.M. and Bapak Gufran Ali Ibrahim (Head of Development and Protection Center of the Language Development and Fostering Agency). 18 October 2018

Supporting HPI Komda Jabar

Thank you, HPI Komda Jabar (West Java Regional Commissariat of Association of Indonesian Translators/HPI), for the opportunity given to share what Ibu Sofia Mansoor, Ferdina Siregar, and I know earlier than most of the participants. It is always great to have a community that supports one another in our translation and interpreting career. To grasp the discussion in the event, you can read the excellent and useful summary below (in Indonesian) written by Hatfina Sakinah. Kudos to Uda Ricky Zulkifli and team.

MENDULANG DOLAR DARI TERJEMAHAN

Bagaimanakah cara kerja seorang penerjemah? Alhamdulillaah, semuanya terjawab di acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia Komisariat Daerah Jawa Barat (HPI KOMDA JABAR), siang tadi. Tidak hanya saat bekerja saja, tetapi mulai dari persiapan, pemasaran, hingga pengelolaan proyek penerjemahan.
Pertama, persiapan yang harus dilakukan, mulai dari sumber daya; kemampuan berbahasa, kemampuan memahami teks dan konteks, serta peralatan kerja yang memadai. Kapabilitas juga tak kalah penting, sehingga kita bisa memperhitungkan produktivitas diri per jam atau per harinya. Semakin sering menerjemahkan teks, pada akhirnya akan mengerucut juga jenis teks yang menjadi spesialisasi seorang penerjemah, misalnya teks hukum, keuangan, farmasi, dan sebagainya.
Hal ini penting ditulis di CV, agar klien dapat melihat kemampuan seorang penerjemah.
Selain itu, penerjemah zaman now dituntut untuk memanfaatkan teknologi dan mengoptimalkan alat bantu daring (online).
Kedua, yang tak kalah penting adalah memiliki hubungan baik dengan rekan-rekan sesama penerjemah. Tak dapat dipungkiri, seperti yang disampaikan oleh Kak @rosmeilan_siagian bahwa hubungan baik akan berdampak baik dan mengalir jauh ke arah positif.
Ketiga, hal terpenting dari meraup dolar dari terjemahan adalah pemasaran; kirim e-mail penawaran kerja, menindaklanjuti info lowongan kerja, berjejaring, seperti menghadiri berbagai acara penerjemahan. Ya, seorang penerjemah harus berani tampil, baik di sosial media (Facebook, instagram, ProZ, dll) atau komunitas penerjemahan sehingga dapat berjejaring. Makin banyak dikenal orang, makin banyak peluang bertemu klien. Tentunya, eksistensi tersebut harus dibarengi dengan nilai-nilai profesionalisme, integritas, kerendahan hati dan kejujuran agar dapat bertahan di dunia penerjemahan.
We have to make sure that we are good at what we are doing now, [and that] will make us stand out [from the crowd].

Note: untuk lulusan jurusan Bahasa, jangan khawatir mau kerja apa nanti. Di luar sana, banyak yang memerlukan jasa penerjemah. Tidak hanya dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

#hpikomdajabar #27oct2018 @ Wong Solo Jalan Riau Bandung

Aplikasi Ponsel Pendukung Pekerjaan Penerjemah

Seberapa pentingkah penerjemah lepas memiliki aplikasi docs, sheets, atau slides di ponselnya?

Berdasarkan pengalaman saya, sangat penting, terutama untuk cepat merespons email dengan lampiran dokumen yang perlu segera dibuka. Hal ini berguna khususnya untuk membantu kita memutuskan menerima atau menolak pekerjaan terjemahan saat kondisi tidak memungkinkan atau mendukung kita membuka laptop atau PC (misalnya saat sedang dalam perjalanan, saat daya baterai laptop habis, dll).

Setelah terbangun pukul 4.30 tadi pagi, saya berdoa, dan setelah itu menyalakan ponsel. Ternyata, ada email rush order, masuk 1 jam sebelumnya dari agensi langganan di Amerika. Wah, harus cepat dikerjakan nih, pikir saya, tapi saya merasa tanggung untuk membuka laptop karena volumenya hanya 100 kata. Jangan lihat volumenya, tapi lihat dampaknya jika kita mengabaikannya. Orang yang dapat dipercaya dalam hal kecil akan dapat dipercaya dalam hal besar.

Jadilah saya menerjemahkan dokumen bervolume mini itu di ponsel saya dengan aplikasi Docs (lihat foto), dengan mata masih agak kriyep-kriyep 😅. Terjemahan saya kirim dalam waktu kurang dari setengah jam, tentu setelah saya swasunting terlebih dahulu. Setelah saya baca ulang dengan mata melotot dan badan segar sehabis mandi, saya bersyukur karena tidak ada kesalahan terjemahan atau saltik. #fyuh

Office App Rosmeilan

Karena ini agensi langganan yang tidak pernah alpa melakukan pembayaran dan selalu menganggap saya sebagai mitra kerja yang setara, saya akan selalu berusaha untuk memenuhi permintaannya. I’ll go the extra mile to maintain my client’s trust in me.

Respons email yang cepat dan sopan serta pemenuhan kewajiban masing-masing secara baik dan tepat waktu atas dasar saling menghormati akan semakin menumbuhkan dan menguatkan rasa saling percaya antara agensi luar negeri dan penerjemah lepas, yang belum atau bahkan tidak pernah bertatap muka sama sekali. 🙂

Dan tentu saja, kita akan menjadi saling yakin bahwa klien/agensi di luar negeri dan penerjemah lepasnya di negara lain benar-benar ada, really exist, bukan robot atau makhluk jadi-jadian. 👻

Dokumen Superpenting: TAGIHAN!

Awal bulan. Waktunya mengirimkan dokumen superpenting supaya “dapur tetap ngebul”: TAGIHAN! 😃 Catatan: terkadang, ada tagihan yang langsung dikirimkan begitu pekerjaan selesai, tanpa harus menunggu awal bulan.

Sebagai penerjemah lepas yang melakukan semua pekerjaan sendiri, penting untuk mencari cara paling efektif dan efisien dalam pengelolaan tagihan. Salah satu langkah awalnya adalah menentukan format tagihan.

Di internet, ada banyak sumber yang menyediakan format tagihan. Kita bisa melihat-lihat, membandingkan, dan akhirnya memutuskan format tagihan yang paling cocok untuk kita.

Saya orangnya tidak mau ribet. 😁 Saya pilih format tagihan yang menurut saya cukup sederhana (lihat foto), yang saya modifikasi dari invoice template yang disediakan oleh ProZ.com, seperti yang saya sampaikan pada acara HPI Komda Jabar, 27 Oktober 2018.

Tagihan Rosmeilan

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah penomoran tagihan. Pilih format nomor yang tidak rumit. Dalam tagihan saya, formatnya adalah: nomor urut/kode INV-bulan/tahun. Nomor urut bisa dimulai dari nomor 1 setiap awal tahun atau nomor berurut terus sejak kita mengeluarkan tagihan pertama. Saya pakai yang kedua (lihat foto). 513 berarti saya sudah mengeluarkan tagihan 513 kali sejak 2007 (awal karier penerjemahan lepas saya). Kalau dirata-ratakan, 4 tagihan setiap bulan. Ini di luar pekerjaan terjemahan yang saya dapat dari teman (sesama penerjemah) karena teman itu yang mengeluarkan dan mengirimkan tagihan ke klien/agensi. Ada juga agensi yang berbaik hati tidak meminta penerjemah untuk mengirimkan tagihan. Mereka justru yang langsung mengirimkan perintah atau voucher pembayaran (penerjemah tinggal kipas-kipas terima transferan 😎). Saya yakin penerjemah lain mengeluarkan lebih banyak tagihan daripada saya. 😉

Kalau tagihannya tidak dibayar, bagaimana ya? Topik ini bisa kita bahas terpisah karena melibatkan banyak hal, terutama emosi yang kadang tak terkendali. 😅 Beberapa langkah yang bisa kita lakukan adalah rajin menghubungi klien/agensi untuk menagih, buat ulasan buruk tentang klien/agensi dan beri skor rendah (misalnya di Blue Board ProZ.com), gunakan jasa penagih utang (jika perlu), dan yang terpenting, jangan lupa bahwa seluruh usaha kita harus diiringi dengan doa. 🙂

Semoga bermanfaat. Dan selamat berkarya untuk semua teman-teman seperjuangan saya: para penerjemah dan juru bahasa lepas yang luar biasa. 😘

International Translation Day 2018: A More Resilient Translator

Here is my unprecedented, unforgettable experience in my translation career.

Starting our collaboration in 2013, this Singapore-based affiliated agency and I successfully completed some translation projects in different fields. The rates were good and payments were always timely made.

In February 2018, a PM in the US head office contacted me for a distinctive translation project, which I accepted without hesitation and completed by the deadline. I sent my two invoices as requested in April 2018, due in 45 days, with which amount I can invest in 10 g, 25 g, and 50 g of gold bars.

Months went by. Inquiring, sometimes impatient and raging, emails on the demand for my payment were very rarely, unsatisfactorily answered. My trust in the agency was abused. My heart sank, guessing there must be something wrong with the agency.

Yesterday, I received a shocking reply from the agency’s staff after months of silence. She no longer works for the agency because it will be closing its doors at the end of this year. Freelancers are asked to be patient about any outstanding invoices as the agency’s cash flow has gotten very small. Its business obviously plunges to the ocean floor. A thing many companies fear. A situation many freelancers do not even want to imagine, let alone experience.

Using the service of a debt collector once came across my mind. But now, on hearing such information, all I can do is despairingly cling onto the agency’s promise to pay my long overdue invoices only God knows when. I silently pray for the best solution that may divinely come.

In our career, we should definitely celebrate the rainbows, but must anticipate and be prepared for the dark clouds too. And that makes us a more resilient translator.

This is my story. What’s yours?