Skip to content

Langkah-Langkah Menjadi Penerjemah

January 3, 2019

Cara memulai untuk menjadi penerjemah sudah sangat sering dibagikan di berbagai forum daring dan luring. Meskipun demikian, pertanyaan tentang hal tersebut masih kerap muncul juga.

Saya membuat bagan sederhana yang menyimpulkan langkah-langkah menjadi penerjemah ini untuk membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Satu hal yang saya tekankan di sini adalah siapa pun yang berminat menjadi penerjemah profesional harus sudah memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih dari cukup untuk terjun ke dalam industri penerjemahan dan mencari penghasilan di dalamnya. Tujuannya adalah agar kita dapat menonjol dan cepat dilirik di tengah lautan penerjemah saat ini, apalagi dalam pasangan bahasa Indonesia-Inggris dan sebaliknya.

Selama berada di dalam industri ini, kita harus tetap mengasah kemampuan, terus belajar dan membaca, tetap rendah hati, jujur, profesional (salah satunya dengan selalu memenuhi tenggat pekerjaan dengan tepat waktu), dan berintegritas.

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi salah satu pegangan/panduan singkat dan praktis bagi orang-orang yang berminat menjadi penerjemah profesional.

Langkah Menjadi Penerjemah

From → Translation

4 Comments
  1. Blog nya udah bagus kak, tapi hurufnya kecil kali + backgroundnya merah, jadi ga betah lama2 bacanya, maaf kak kalo saya kritik ya… Sukses deh Kakak

    • Dear Audrey,

      Terima kasih untuk sarannya.
      Saya akan coba atur ulang ukuran huruf dan warna latar blog saya ya untuk kenyamanan pembaca saya juga.

      Salam,
      Rosmeilan

  2. Selvi permalink

    Hai kak Rosmeilansiagian. Bagaiman dg ibu rumah tangga yg ingin mengambil job sebagai tranlator. Adakah agency yg bisa bantu membimbin atau menaungi kak ? Thanks kak

    • Dear Mbak Selvi,

      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya ya.

      Siapa pun bisa menjadi penerjemah asalkan memiliki kemampuan awal sebagai bekal utama seperti kemampuan bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa asing yang dikuasai), kemampuan menerjemahkan, pengetahuan yang luas dan selalu terkini, serta pemahaman memadai akan topik spesifik yang kita terjemahkan (misalnya hukum, teknik, dll.). Untuk ibu rumah tangga, mungkin hal yang akan cukup menantang adalah waktu untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak, terutama jika masih membutuhkan banyak perhatian (bayi, balita, dan usia sekolah) dan untuk menerjemahkan yang bisa dikerjakan dari rumah di depan komputer/laptop. Hal ini akan teknis sekali dan tergantung pada pengaturan setiap ibu rumah tangga.

      Untuk agensi penerjemahan, informasinya dapat ditemukan banyak di internet, tetapi mohon dipahami bahwa saya tidak dapat merekomendasikan agensi tertentu. Jika sudah menemukan agensi penerjemahan tertentu di internet, silakan hubungi nomor kontak/alamat email yang diberikan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

      Sebagai informasi, Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) adalah asosiasi profesi penerjemah yang menaungi para penerjemah dan juru bahasa profesional. Silakan kunjungi https://www.hpi.or.id/ atau kirim email ke sekretariat@hpi.or.id untuk mengetahui lebih lanjut tentang HPI. HPI juga ada di Twitter (@hpipusat), Instagram, dan Facebook, termasuk beberapa Komisariat Daerah (Komda). Selain HPI, ada juga komunitas penerjemah seperti Bahtera yang dapat menjadi tempat untuk mendapatkan masukan dan mengajukan pertanyaan seputar penerjemahan (Facebook BAHTERA – Milis Bahasa dan Terjemahan Indonesia). Ada juga grup WA Bahtera, namun harus menghubungi adminnya jika ingin masuk ke grup ini. Saya japri via email jika Mbak Selvi berminat ya.

      Memang banyak sekali hal yang perlu dipahami dan didalami dalam dunia penerjemahan. Bergabung dengan berbagai komunitas penerjemah adalah salah satu cara efektif untuk membantu para penerjemah pemula atau mereka yang tertarik untuk menjadi penerjemah.

      Semoga jawaban ini bisa membantu ya.

      Salam,
      Rosmeilan

Leave a Reply to Selvi Cancel reply

%d bloggers like this: